Immoral Night [Bahasa Indonesia] Side Story 9

Side Story 9


Penerjemah: reireiss

Source ENG: Novel Updates

Dukung kami melalui Trakteer atau Saweria agar terjemahan ini dan kami (penerjemah) terus hidup.

Terima kasih~


***

TOLONG JANGAN BAGIKAN INFORMASI TENTANG BLOG INI!!

HAL ITU BISA MENGEKSPOS KAMI PADA PENULIS ATAU WEB RESMI.

JIKA ITU TERJADI, KAMI AKAN DIPAKSA UNTUK MENGHENTIKAN DAN MENGHAPUS NOVEL INI.

JADI MARI KITA HINDARI ITU BERSAMA-SAMA!!

***

WARNING!! R-18!!

Risiko yang terjadi saat atau sesudah membaca, harap ditanggung masing-masing~

***

'Seseorang mungkin mencatat'. Kata-kata itu terngiang-ngiang di kepala Eunseol tapi saat Haewoon mendorong ke dalam lubangnya, tanpa sadar, Eunseol berteriak.

"Hae, Haewoon, ah! Haaaa! Kumohon...!"

Eunseol memeluk Haewoon, memajukan tubuhnya, dan memasukkan kejan**nan Haewoon sampai ke ujung saat Haewoon menggosokkan pan*at Eunseol dengan kasar. Te*tisnya bertabrakan dengan tubuh Eunseol, bergesekan dengan cairan yang mengalir dari bawah, membuat suara yang mencicit. Eunseol merasakannya di sekujur tubuhnya yang basah.

Plak.

Saat kli**risnya menegang dan membengkak, Eunseol mengerang dan membenamkan wajahnya di ranjang, membuat suara yang seperti siulan. Haewoon meraih panggul Eunseol dan memajukan dirinya agar dia masuk lebih dalam lagi, lalu Haewoon mengeluarkan air spe**a yang panas di dalam diri Eunseol, Eunseol mengangkat pinggangnya sendiri dan menghembuskan nafas yang lesu.

Saat Haewoon mengeluarkan kejan**nannya yang tebal dari tubuh Eunseol, benih putihnya mengalir keluar dari lubang Eunseol. Haewoon menjulurkan jarinya masuk ke dalam kemudian keluar, dia melakukannya agar cairan itu tidak mengalir keluar. Tubuh Eunseol merosot di ranjang. Haewoon menjauh darinya dan meletakkan wajahnya di pinggul Eunseol dan membentangkan kaki Eunseol dengan kedua tangannya.

"Heuk... Haewoon."

"Apa kamu tidak suka aku melihat semua ini? Melihatmu yang mendengus dan meneteskan air mata membuatku ingin memasukinya lagi."

Bau ini. Haewoon sangat puas dengan bau cairan yang keluar dari lubang Eunseol. Kedua benih mereka mengalir keluar dari sana.

Haewoon meraih jari Eunseol dan memasukkan jari Eunseol ke dalam lubangnya sendiri. Cairan licin membuatnya Haewoon menjadi lebih mudah untuk membimbing jari Eunseol masuk dan keluar dari lubangnya. Ada banyak cairan yang terakumulasi dari percintaan mereka, cairan itu pun tumpah keluar, itu membuat Haewoon menyeringai.

"Haa..."

Eunseol menghela nafas dan tertidur.


***

Ga sabar utk baca Chapter selanjutnya?

Langsung aja klik,


***

Jika kalian ingin me-request novel, silakan tulis judul atau beri tautan raw dari novel tersebut DI SINI!


***

Ayo… Jangan pelit untuk klik emoji dan tinggalkan komen, ya!!

Biar kami makin semangat nerjemahinnya. Thanks~

***


Previous | Table of Contents | Next


Comments